Throwing Back! Life as BME Student in Indonesia
Sepotong kisah menjadi seorang Mahasiswa Teknik Biomedis atau Biomedical Engineering di Indonesia
Ini hanya point of view secara general ya, setiap kampus memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing.
Sebelumnya, mari berkenalan lebih jauh dengan Teknik Biomedis atau sekarang sudah menjadi Rekayasa Biomedis (what a phenomenon right?) atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Biomedical Engineering. Jadi, Teknik Biomedis singkatnya dari perspektifku sendiri adalah ilmu kompleks yang pada dasarnya mengabungkan berbagai macam ilmu seperti rekayasa, sains dan bahkan aspek sosial dan bisnis yang outputnya berupa inovasi teknologi kesehatan untuk mengatasi masalah fisik atau penyakit dari berbagai segmentasi.
Apakah bingung? Singkatnya, ini ilmu yang mengabungkan Teknik + Kedokteran + Aspek Kompleks Kemanusiaan untuk merancang, membuat, dan mengimplementasikan teknologi kesehatan dalam mengatasi berbagai penyakit Manusia. Ingat ya, kata kuncinya Teknologi Kesehatan untuk Kesehatan Manusia, jadi diluar konteks itu bisa saja tidak termasuk dengan Teknik Biomedis. Kalau mau referensi lainnya, berikut beberapa pandangan dari laman-laman internet yang aku kutip dan masih mudah untuk dicerna juga.
Baik, sekarang we are back to the topic. Jadi, bagaimana sih rasanya menjadi seorang Mahasiswa Teknik Biomedis di Indonesia.
Jujur, rasanya penuh suka dan duka ya. Sisi suka nya tentu disini bagi yang menurutku jiwanya teknik alias suka berhitung dan MIPA tapi mau concern ke ilmu kedokteran juga serta fokus di isu kesehatan justru akan menyenangkan disini. Akan tetapi, sisi dukanya juga ada dan banyak ya. Pertama, Teknik Biomedis itu terutama program Sarjananya ya, bukan merupakan jurusan lawas yang sudah ada dari berpuluh-puluh tahun jadi challenges nya berkaitan dengan alumni yang terbilang belum terlalu banyak apalagi aku angkatan pertama di kampus yaitu ITERA jadi sulitnya menemukan tempat untuk bertanya-tanya. Lebih lanjut, masih banyak instansi baik swasta maupun negeri yang setidaknya sekarang belum terlalu "aware" dengan keberadaan prodi ini. Banyak khalayak umum yang mengasumsikan bahwa ini program studi yang mempelajari mengenai obat-obatan atau peralihan kedokteran, dan hal-hal aneh lainnya.
Memang tidak dipungkiri, masih banyak yang under estimate dengan prodi ini apalagi baru saja SNBP dan SNBT dilewati beberapa waktu terakhir dan tetap prodi ini cukup jarang masuk peminat yang tinggi secara nasional. Terlepas dari apapun, aku percaya bahwa secara bertahap prodi ini akan semakin dikenal dan menjadi urgensi tersendiri di Indonesia yang padahal di luar negeri prodi ini sangat prestisius. Bahkan, jika berbicara mengenai karir dan dikutip dari beberapa sumber, penghasilan seorang lulusan Teknik Biomedis bahkan tergolong sangat tinggi menyentuh ratusan juta atau miliaran lebih per tahunnya.
University of California Webpage
Sekarang, masuk spesifik in real life seperti apa hal-hal yang dipelajari sebagai Teknik Biomedis di Indonesia. Tentunya banyak, in general untuk klasifikasi pemintana biasa tergolong kedalam Pencitraan Medis, Biomaterial, Rekayasa Jaringan, Instrumentasi Medis, serta Perangkat Lunak dan Sistem Medika. Pada pencitraan medis, singkatnya kamu akan mempelajari mengenai bagaimana menciptakan suatu perangkat yang bisa memicu suatu sistem untuk menangkap citra/gambar kondisi medis manusia, dapat dikembangkan mulai dasar teorinya hingga rancang bangun sistem terkini. Biomaterial sendiri akan mempelajari pengembangan material biologis yang dapat diciptakan, direkayasa, dan dipergunakan untuk merekayasa kualitas regenerasi berdasarkan pengujian klinis untuk peningkatan kondisi fisiologis manusia. Sedangkan Rekayasa Jaringan yang sebenarnya masih beririsan dengan Biomaterial yang pada dasarnya mempelajari cara untuk dapat mengubah, memperbarui, mengatur dan mengondisikan jalannya sistem tubuh manusia dengan mempertimbangkan aspek etik berbasis penelitian selular hingga histologi meninjau kombinasinya dengan material eksternal tubuh. Terakhir, Instrumentasi Medis dan Perangkat Lunak dan Sistem Medika yang pada dasarnya kamu akan banyak belajar mengenai konsep, perancangan capstone/inovasi, desain dimensional/D3, pemrograman dan bahasa mesin, serta sistem kerja elektrik manual dan juga otomatis dari suatu alat kesehatan untuk menunjang taraf hidup manusia.
Wah, banyak bukan? Tentunya setiap kurikulum dari masing-masing kampus di Indonesia tidak akan sama 100%. Lebih baik jika kamu mau tau silabus kurikulum masing-masing prodi Teknik Biomedis dilintas universitas di Indonesia kamu bisa cek blog aku sebelumnya khususnya di website resmi Prodi Teknik Biomedis masing-masing.
Lebih jauh lagi jika membahas karir di Indonesia tentu aku tidak akan berbohong dan berusaha berbicara sesuai realitas dan regulasi yang ada ya. Sebagai lulusan teknik biomedis, pada dasarnya kita bisa saja berpeluang untuk bekerja di instansi pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit pada beberapa unit, TETAPI faktanya dilapangan jauh berbeda. Banyak RS/instansi pelayanan kesehatan sejenis yang mengedepankan ATEM/Ahli Teknologi Elektromedik untuk mengambil posisi quality control, product checking, repair, dan lain sebagainya pada setiap unit alat kesehatan di instansi tersebut. Padahal faktanya tertera jelas bahwa kita berkesempatan untuk berkarir di RS/Instansi Pelayanan Kesehatan sejenis berdasarkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2020. Tertera berikut ini!
Tentu alasannya, beragam ya kita kesannya di anak tirikan seperti itu. Mulai dari penekanan pada pendidikan vokasional, isu STR/Surat Tanda Registrasi, pengalaman lebih dilapangan, isu konvensional, prodi Teknik Biomedis yang lebih baru ketimbang ATEM, dan lainnya. Cuma, seperti pada unggahanku sebelumnya bahwa kita juga masih punya peluang di industri alat kesehatan nasional dan global pada beragam posisi. Tertera pada blog ku yang ini ya!
Blog Informasi Karir Lulusan Teknik Biomedis!
Demikian sangat banyaknya informasi yang bisa aku share untuk sekarang. Semoga tidak membuat malas untuk membacanya ya! Enjoy tulisanku, sampai jumpa dikonten selanjutnya💪🚀
Komentar
Posting Komentar