Business Development POV from a Biomedical Engineer Graduate!
Teknik Biomedis Jadi Orang BusDev aka Pengembang Bisnis Alkes?
Lho kok bisa lulusan Teknik Biomedis jadi seorang Business Development di Perusahaan Alkes/Alat Kesehatan? Eits, jelas jawabannya BISA BANGET!
Jadi, seperti unggahan sekilasku diawal. Sebenarnya saat ini aku menjadi seorang Supervisor Product Specialist/Business Development disalah satu perusahaan Distributor Alat Kesehatan di Kota Jakarta Timur. Mungkin memang bisa dibilang bahwa posisiku sekarang tidak terlalu align dengan segala hal yang dipelajari di program studi yang pernah ditempuh. Akan tetapi, basis dasar dari kemampuan yang dibutuhkan pada posisi ini masih ada menyinggung mengenai keilmuan yang dibawa semasa berkuliah. Sebagai gambaran, berikut sekilas mengenai beberapa tugas menjadi seorang Business Development yang perlu kalian ketahui:
1. Melakukan pencarian dan pemilahan serta eksekusi produk dan kerja sama dengan principal atau vendor Alat Kesehatan. Kegiatan mulai dari mencari-cari melalui laman exhibition global, me-reach out narahubung, komunikasi, pendekatan, koordinasi, dan fiksasi bentuk kerja sama termasuk produk alat kesehatan yang diambil. Lebih lanjut, pengurusan berkas mulai dari LoA, kelengkapan informasi produk, hingga bukti pengujian alat kesehatan terstandar juga kami rekap dan assist untuk dilengkapi. Akan tetapi, sejatinya hal tersebut akan semakin kompleks apabila ingin dijalankan sebagai sole agent, skema OEM (Original Equipment Manufacturer), skema SKD (Semi Knock-Down) yang pasti dieksekusi dengan treatments yang berbeda.
2. Support untuk persiapan bahan promosi/marketing product seperti bahan brosur/materi/broadcast, harga, perolehan margin perusahaan, diskon dan perhitungan lainnya berhubungan dengan sales, penjualan, keuntungan B2B maupun B2C dengan turut menimbang biaya tambahan lain seperti Ongkos Kirim, Biaya Instalasi dan Kalibrasi apalagi jika kategori barang import berkaitan dengan bea masuk, surat menyurat barang, pertambahan nilai pajak, dan lainnya.
3. Support kegiatan presentasi/QnA/demo produk secara langsung atau on site ke customer sekaligus online jika tidak memungkinkan. Tentu dalam perjalanannya mulai dari menyiapkan informasi produk, USP, fitur, komparasi brand dan tipe, serta spesifikasi yang dibalut dalam kepandaian mengaransemen sajian yang juga dibutuhkan.
4. Berpartisipasi dalam kompetisi pengadaan, tender, dan persaingan formal atau resmi lainnya yang diselenggarakan oleh pendanaan global, pemerintah/daerah, kementerian dalam INAPROC (Indonesia Procurement yang dulu dikenal dengan E-Katalog) dan lain sebagainya. Sekali lagi, didalamnya turut melibatkan kemampuan manajerial berkas, pemahaman regulasi dan kelengkapan administratif, pengajuan harga dan diskon, services atau after-sales yang ditawarkan, perpanjian tertulis, keunggulan produk dan komparasinya, kemampuan negosiasi yang baik termasuk upaya persuasif, dan lain sebagainya.
5. Support kegiatan divisi lain seperti melakukan QC kelengkapan dan fungsionalitas permukaan dari barang masuk dan keluar, melakukan tindakan Stock Opname rutin untuk melihat kesediaan barang ketika ada penawaran masuk dan keluar, serta rekapitulasi pengeluaran dan pemasukan apabila ada perjalanan dinas, penggunaan patty cash, serta pembelian/pembayaran mendesak berurusan dengan vendor dan pemerintah.
6. Berkoordinasi dengan vendor terkait sharing product knowledge berlanjut ke internal perusahaan, material pendukung, indent atau dinamika harga beli untuk penyesuaian struktur harga, dan lain sebagainya termasuk perpanjangan kerja sama, berkas-berkas untuk perpanjangan izin edar barang. Hal tersebut tentunya akan semakin menantang apabila brand dan tipe produk yang dibawa sangatlah beragam dan banyak seperti posisiku sekarang yang secara teknis memegang lebih dari 10 brands dengan lebih dari 100 tipe produk yang rata-rata adalah import.
7. Terakhir, tentunya memastikan bahwa secara internal khususnya dengan Sales dapat bekerja sama baik dalam transfer informasi produk ke customer, termasuk pengayaan kemampuan Sales dalam mengenal produk, dan sejenisnya.
Nah, kembali ke inti sharing yang inginku sampaikan. Jadi, apanya sih yang menyinggung dengan program studi ku semasa kuliah yaitu Teknik Biomedis? Berikut diantaranya:
1. Kemampuan menelaah spesifikasi Alat Kesehatan dalam bentuk sederhana dari Health Technology Assesment (HTA) dengan perspektif sebagai Penyedia dan Pelaksana Pengadaan.
2. Komunikasi formal dan profesional yang sering dilakukan ketika ada presentasi ilmiah di kampus.
3. Pemahaman mengenai CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) dan implementasinya.
4. Perhitungan bisnis sederhana dalam mengkritisi penjualan produk/kewirausahaan.
5. Pemahaman fisiologis dan respons atau korelasi anatomi dari penggunaan alat kesehatan dalam menghadapi pertanyaan atau umpan balik dari user/customer.
Sekian dan sampai jumpa pada sharing session di lain waktu. Semoga tulisanku dapat bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentar dan sebarluaskan informasi ini!
Komentar
Posting Komentar