The Student Triangle: Organization vs. Academics vs. Enjoying Student Life, Which Is More Important? Based on Alumni POV
Dilema sebagai Mahasiswa, Skala Prioritas untuk Akademik, Organisasi/Kepanitiaan/Lomba, dan Menikmati Masa Muda, Apa yang menjadi pilihan terbaik?
Kembali perkenalkan, saya M. Aliffheo Ramadhan yang singkatnya pernah menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung. Tentunya saya akan bersuara berdasarkan sudut pandang saya pribadi meninjau perjalanan hidup yang sudah dilalui hingga saat ini. Jika pertanyaannya berkaitan "Manakah yang lebih penting antara urusan Akademik/Organisasi/Menikmati Waktu Senggang ketika menjadi mahasiswa?" maka akan saya berikan jawaban paling tepat adalah Depends!
Sederhananya, tentu skala prioritas atau kebutuhan hidup setiap orang akan berbeda jadi pathway kehidupan perkuliahan seseorang akan berbeda satu dengan yang lain, tidak akan sama persis meskipun core yang diambil pada dasarnya sama. Pernyataan itu bukan suatu yang klise karena bagi saya yang memang fokus untuk memperbaiki hidup dan meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga tentu harus fokus pada Akademik dan peningkatan kapasitas diri melalui Organisasi/Kepanitiaan/Lomba/Internship sejenisnya. Akan tetapi, mungkin bagi mahasiswa yang pada dasarnya tidak terlalu mempedulikan masa depan dan secara "teknis" sudah penuh dukungan keluarga yang settle, maka Akademik dan Organisasi sebagainya mungkin tidak perlu menjadi prioritas atau hal utama.
Apabila saya bisa dapat sampaikan, fokus pada core yang memungkinkan untuk kamu penuhi dan maksimalkan karena pada dasarnya menjadi Mahasiswa pun sudah merupakan sebuah privilege. Dari laporan yang ada untuk jumlah generasi muda yang lulus posisi sekolah menegah atas bahkan tidak sampai 35%-nya yang melanjutkan untuk menempuh pendidikan S1 yang kemudian hari hanya menjadi bagian dari kurang 7% populasi Indonesia yang bergelar sarjana (Artikel Kompas). Jadi, pastikan apapun core yang diambil sebagai landasan pengembangan diri selama perkuliahan memang sudah sesuai dan cocok dengan arah hidup yang mau diambil.
Sudah disebutkan sebelumnya, saya pribadi mengambil dan bisa menyarankan untuk kamu dapat fokus pada Akademik dan Organisasi/Kepantiaan/Lomba/Internship yang pasti pada akhirnya akan mengurangi jatahmu untuk beristirahat atau menikmati masa muda selama perkuliahan. Adapun alasannya sebagai berikut:
1. Memastikan posisimu secure pada saat berkompetisi dengan lulusan lain untuk urusan mencari kerja. Hal tersebut sederhananya meninjau fakta bahwa tidak dipungkiri banyak lowongan kerja untuk fresh graduate yang mengacu pada nilai IPK dan pengalaman relevan selama berkuliah.
2. Membuka jejaring profesional lebih awal dan relasi untuk mempermudah akses ke dunia karir. Dengan banyak mengikuti organisasi dan internship kredibel lebih awal dan banyak tetapi tetap berfokus pada kualitas, maka akan memperbesar channel dan opportunities yang mungkin akan membantu jenjang karir setelah lulus.
3. Secara teknis juga dapat meningkatkan kemampuan mendasar dan khusus atau teknikal yang berhubungan dengan manajemen diri dan posisi pada institusi profesional. Percayalah kalau kamu terbiasa terlatih untuk berada dalam berbagai pengalaman dan posisi maka kemampuan sesederhana pengerjaan tugas melalui ragam aplikasi dalam laptop pun pasti akan lebih advance atau mumpuni dibandingkan yang lainnya.
4. Melatih karakter yang giat, fleksibel, adaptif, dan tangguh. Hal tersebut terjadi karena semakin sering berada dalam situasi yang memaksa untuk berkembang, penuh tekanan, dan berkomunikasi bersama lintas kepribadian, generasi, dan pola pikir, maka akan membuat kamu jauh lebih peka akan situasi serta mengasah kemampuan adaptasi secara bertahap yang mempermudah untuk pendekatan ke rekan kerja dengan segala penugasan.
Lantas, bagaimana cara untuk mengoptimasi fokus core yang diambil tersebut?
1. Fokus membagi waktu belajar dan aktivitas lain termasuk istirahat yang pada dasarnya menyesuaikan dengan manajemen energi dan waktu yang dimiliki. Misalnya, dalam 24 jam sehari maka coba alokasikan waktu istirahat sekitar 8 jam untuk tidur yang berkualitas, waktu bekerja diluar urusan kampus misalnya hybrid internship hanya 3 jam, penugasan dan kelas mata kuliah sekitar 8 jam, maka secara teknis kamu masih punya sekitar 5 jam lagi untuk mengembangkan jejaring relasi, diskusi berkualitas dengan teman, mencoba membangun usaha, persiapan lomba, dan aktivitas positif yang meningkatkan produktivitas lainnya.
2. Targetkan pencapaian disetiap semester serta hal yang ingin diunggulkan untuk menjadi ciri khasmu. Tidak perlu memadatkan agenda disetiap bulannya, cukup sesuaikan dengan preferensi keberhasilan dan produktivitas ala dirimu dengan meninjau poin pertama.
3. Cari banyak-banyak informasi relevan melalui ragam platforms media sosial seperti Instagram dan LinkedIn. Tidak harus selalu yang berbayar dan WFO, terkadang memulai dengan beberapa agenda sukarelawan dan bersifat hybrid atau WFA bisa menjadi opsi sebagai cara menggait kesempatan lainnya dimasa yang akan datang.
4. Tidak pernah menutup diri untuk menjalin relasi dengan berbagai pihak dan latar belakang selagi bisa memberikan insights atau sudut pandang tentang hal yang kamu sukai secara positif dan suportif. Selain itu, jejaring komunikasi bisa digunakan sebaik mungkin untuk menggali informasi dan tips/tricks akan sesuatu yang diinginkan.
Sekian dan sampai jumpa pada sharing session di lain waktu. Semoga tulisanku dapat bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentar dan sebarluaskan informasi ini!
Komentar
Posting Komentar